Wajah bersih dan sehat merupakan dambaan seluruh wanita. Tidak heran jika rutinitas perawatan sehari-hari wajah dilakukan untuk mendapatkan tampilan kulit wajah paripurna, yang mana memerlukan usaha dan juga budget yang tidak sedikit. Salah satu kunci dari rutinitas perawatan wajah yang sangat penting adalah masker wajah. Meskipun banyak pilihan masker yang dijual di pasaran, ada baiknya kamu membuat masker sendiri dari bahan-bahan alami. Ini bertujuan untuk meminimalisasi papaean zat kimia pada wajah.

Dari sekian banyak bahan alami untuk membuat masker wajah, buah-buahan merupakan bahan pilihan yang banyak digunakan. Untuk hasil maksimal, pemakaian masker tentu harus disesuaikan dengan jenis kulit kamu. Nah, apa saja buah-buahan yang dapat dipilih sebagai masker buah bedasarkan jenis kulit? Berikut ulasannya

Tomat untuk kulit berminyak

Jika kamu memiliki wajah berminyak, kamu bisa menggunakan buah tomat sebagai bahan utama maskermu. Caranya, lumatkan beberapa buah tomat buah tomat untuk kemudian diaplikasikan pada wajah. Biarkan selama 15-20 menit sebelum dibilas bersih menggunakan air hangat. Lakukan secara rutin untuk hasil maksimal.

Pepaya untuk regenerasi kulit

kulit mati sering kali membuat wajah terlihat kusam dan tidak bercahaya. Karenanya, pilihlah buah pepaya yang dapat mempercepat proses regenerasi kulit. Sama seperti halnya pembuatan masker tomat, irisan pepaya cukup dilumatkan untuk kemudian diaplikasikan pada wajah. Kamu dapat menambahkan bahan lain, seperti madu, untuk hasil yang lebih memuaskan.

Apel untuk mencerahkan kulit

 

Selain baik bagi kesehatan tubuh, apel juga terbukti mampu mengembalikan kesegaran dan kecerahan wajah. Campurkan apel dengan beberapa bahan lain, seperti kuning telur, madu, sedikit cuka, dan minyak kelapa agar hasil lebih cepat terlihat.

Lemon untuk wajah berjerawat

Tingginya kandungan vitamin C dalam buah lemon dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Caranya, lumuri wajah kamu dengan perasan air lemon. Namun apabila perasan lemon terlalu perih di wajah kamu, kamu dapat mencampurnya dengan putih telur atau madu. Setelah kering, segera basuh wajah dengan dengan air hangat.


Avokad dan kiwi untuk mencegah penuaan dini

Kedua buah ini kaya akan antioksidan yang dapat menangkal penuaan dini dan membuat wajah terlihat lebih muda. Selain itu, kandungan vitamin C dan E pada buah tersebut mampu mengembalikan kesegaran wajah. Cara menggunakannya, blender dua buah ini dengan sedikit madu, lalu aplikasikan pada wajah. Hasilnya, tidak hanya wajah terlihat lebih muda tapi juga berseri alami.

Penutup

Sebelum mengaplikasikan masker buah, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti membersihkan wajah terlebih dahulu untuk membuang bakteri dan kotoran yang dapat menyumbat pori-pori. Selain itu, untuk hasil maksimal disarankan menggunakan toner dengan ph yang sesuai dengan kulitmu untuk menjadikan kulit lebih siap menerima nutrisi dari masker-masker tersebut.
 



Jenis tipe kulit

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda, ada yang normal, namun tidak sedikit yang memiliki kulit berminyak dan kering. Penentuan jenis kulit dilihat dari seberapa banyak sebum yang diproduksi secara alami oleh kulit kamu. Hal ini sangat mempengaruhi tidak hanya tentang jumlah minyak yang ada dan terlihat dari kulit, namun juga seberapa cepat kulit akan mengalami kehilangan kandungan air sehingga menjadi kering. Penentuan jenis kulit inilah yang nantinya dijadikan acuan oleh para produsen produk skincare dan kosmetik untuk menentukan kategori produknya.


Nah, seberapa paham kamu dengan kulit wajahmu? Yuk, kenali jenis-jenis kulit berikut agar kamu tidak salah membeli produk skincare dan kosmetik.


Cara Menentukan Jenis Kulit
  • Bersihkan kulit wajamu secara menyeluruh, bisa menggunakan susu pembersih dengan diikuti dengan facial wash
  • Biarkan sampai sekitar satu jam tanpa menggunakan produk perawatan atau kosmetik apa pun.
  • Saatnya mengamati kondisi kulit dan menentukan jenis kulit kamu

Apa jenis kulitmu?

Kulit Normal

Ciri-ciri kulit normal :


    Kulit tidak tampak berminyak dan mengkilap, namun juga tidak terlalu kering
    Pori-pori kulit kecil, hamper tidak terlihat
    Cenderung jarang muncul masalah kulit seperti komedo dan jerawat
    Tidak ada tanda-tanda pengelupasan kulit

Pemilik jenis kulit normal bisa dibilang lebih “beruntung” dibandingkan jenis kulit lainnya. Namun, jenis kulit ini bukan berarti bebas masalah lho, masalah kulit yang timbul pada kulit normal cenderung ringan dan mudah di atasi, seperti kulit kusam, hiperpigmentasi (warna kulit tidak merata, yang biasanya akibat pengaruh paparan sinar matahari) dan jerawat hormonal yang timbul saat haid atau saat mengalami stress tinggi.


Kulit Berminyak

Ciri-ciri kulit berminyak :

  •     Kulit tampak mengkilap dan kusam dengan minyak yang terlihat jelas di beberapa area
  •     Pori-pori terlihat besar
  •     Banyak muncul jerawat atau komedo
  •     Kulit terasa licin jika disentuh

Kondisi kulit berminyak dapat diperparah oleh pubertas, stress dan tingkat kelembaban yang terlalu tinggi. Kadar minyak pada jenis kulit berminyak sangat tinggi, terutama pada siang hari.


Kulit Kering

Ciri-ciri kulit kering :

  •     Kulit tampak kasar dan kusam
  •     Elastisitas kulit rendah, kulit terasa terlalu kencang
  •     Garis halus dan keriput tampak lebih jelas
  •     Sering didapati adanya pengelupasan, bercak-bercak kemerahan dan tampak bersisik

Jika kamu memiliki jenis wajah kering, maka kulit kamu bisa mengalami pecah-pecah, terasa gatal , teriritasi atau bahkan mengalami peradangan. Jika dalam kondisi sangat kering, bisa jadi kulitmu menjadi sangat kasar dan tampak berkerak. Hal-hal ini dapat diperparah oleh perubahan hormonal, usia dan cuaca. Tidak hanya itu, terlalu sering terekspos sinar UV matahari juga bisa menyebabkan kulit menjadi kering.

Kulit Kombinasi

Ciri-ciri kulit kombinasi :

  •     Kulit tampak berminyak di area tertentu wajah, namun tidak di area lain
  •     Pori-pori besar di area yang berminyak dan cenderung muncul komedo dan jerawat
  •     Area kulit yang kering rentan muncul bercak merah dan pengelupasan

Jenis kulit wajah kombinasi memiliki karakteristik kulit yang beragam di masing-masing area. Di T Zone atau area T (dahi, hidung dan dagu) umumnya merupakan daerah yang sering didapati minyak berlebih, sehingga terdapat masalah berupa tampak mengkilap, muncul jerawat dan komedo serta pori-pori besar. Sedangkan di bagian lain seperti di pipi dan dagu biasanya cenderung normal atau bahkan kering, sehingga rentan menimbilkan masalah seperti pengelupasan, pecah-pecah dan iritasi.


Penutup

Dengan mengetahui jenis kulitmu, kamu jadi lebih mudah untuk memilih produk perwatan dan kosmetik untuk dipakai. Kamu juga bisa menghindari resiko-resiko yang ditimbulkan oleh kesalahan pemilihan produk-produk tersebut.

Yeay! Akhirnya Jakarta punya moda transportasi baru dan modern bernama MRT, atau yang sering disebut MRT Jakarta. MRT sendiri adalah singkatan dari Mass Rapid Transit atau kalau dalam bahasa Indonesia Moda Raya Terpadu. MRT Jakarta mulai beroperasi sejak tanggal 24 Maret 2019 dan pemerintah DKI Jakarta menetapkan dalam rentang waktu 24 – 31 Maret 2019, status operasionalnya non komersial alias gratis bagi warga yang ingin mencoba moda transportasi massal tersebut. Siapa yang tidak suka kata gratis? Hehe. Tidak heran masyarakat sangat antusias pada momen uji coba gratis MRT Jakarta tersebut. Beberapa artikel dan tayangan berita di TV menunjukkan ramai dan padatnya keadaan di dalam dan sekitar MRT saat uji coba beberapa hari kemarin.

Saya, teman saya dan mama sudah sangat penasaran ingin mencoba moda transportasi ini, tapi tidak ingin berdesak-desakan. Jadilah kami menunda untuk mencicipi MRT Jakarta, menantikan saat beroperasi secara komersial agar tidak terlalu padat. Tadinya saya dan teman berencana ingin mencoba jajal naik MRT Jakarta bersama, tapi karena sulit mencocokkan jadwal, jadilah hanya saya dan mama yang akhirnya mencoba si moda transportasi yang katanya dapat melaju dengan sangat cepat ini.

Seperti biasa, kami hanya bisa pergi saat weekend, tepatnya hari Sabtu tanggal 6 Maret 2019 lalu. Kami sudah menetapkan untuk naik MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus, yang mana merupakan rute terpanjang dari MRT, sehingga kami bisa puas menaikinya. Kami naik busway ke halte Bundaran HI, saat turun, kami langsung ke tangga menurun yang menuju ke Stasiun bawah tanah MRT.

Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI
Halte Busway Bundaran HI
Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI
Menuruni tangga menuju Stasiun MRT Bundaran HI

Waaah, itu yang terus saya ucapkan saat menuruni tangga. Tidak menyangka Jakarta bisa punya transportasi yang ada di bawah tanah seperti ini. Bangga!

Stasiun MRT Bundaran HI

Sampai di bawah tanah, kami mengikuti saja petunjuk yang ada di depan, enggak sulit kok. Banyak petugas juga yang dengan ramahnya mengarahkan kita harus kemana. Untungnya kami sebelumnya sudah prepare bawa kartu BNI Tap Cash dan sudah top up saldonya, jadi enggak perlu antri beli tiket seperti ini.

Stasiun MRT Bundaran HI
Antrian untuk membeli tiket MRT Jakarta

Waktu tap in terlihat saldo kami masih utuh Rp 30.000 lebih, dalam hati mengira, hemm..mungkin nanti kepotong pas pulang dan tap out. Kami langsung mengikuti petunjuk ‘To MRT’ yang mengharuskan kami menuruni tangga lagi. Wah, lebih dalam lagi dong ya.

Sampai di bawah, sudah ada MRT yang menunggu. Kami langsung naik dan Alhamdulillah masih dapat tempat duduk, padahal sudah banyak penumpang. Tidak lama kemudian MRT Jakarta melaju dengan gesitnya. Rasanya? Amazing! Walaupun ngebut, tapi tidak ada guncangan sama sekali dan sooo smooth alias tidak berisik.

MRT Jakarta
Suasana di dalam MRT Jakarta saat melaju di rel bawah tanah
MRT Jakarta
Suasana di dalam MRT saat melaju di rel layang


MRT Jakarta jurusan Bundaran HI ke Lebak Bulus melewati enam Stasiun bawah tanah, yaitu Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora dan Senayan. Lalu dilanjutkan melewati Stasiun layang, yaitu ASEAN, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati dan Lebak Bulus.Total ada 13 Stasiun yang dilewati. Berikut peta jalur MRT Jakarta.
Rute Jalur MRT Jakarta
Rute jalur MRT Jakarta via www.jakartamrt.co.id


Tidak terasa, kami sampai juga di Stasiun Lebak Bulus, sayangnya saya tidak menghitung berapa lama perjalanan kami. Tapi saat pulang, saya tidak lupa mencatat waktu keberangkatan kami, yaitu dari Stasiun Lebak Bulus pukul 11.39 dan sampai di Stasiun Bundaran HI pukul 12.07. Hanya 28 menit!

Turun di Stasiun Lebak Bulus, saya tidak mau ketinggalan mengabadikan momen ini. Saya langsung cekrak-cekrek dengan kamera smartphone saya. Harap maklum jika hasil fotonya kurang bagus hehe.

MRT Jakarta
MRT Jakarta dari kejauhan

MRT Jakarta
Bagian depan MRT Jakarta

Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus
MRT Jakarta terparkir di dekat Stasiun Lebak Bulus


Puas foto-foto, kami pun langsung bergegas untuk pulang kembali naik MRT jurusan Bundaran HI. Kami menuruni tangga untuk menuju peron keberangkatan di seberangnya. Kami menunggu beberapa menit. Tampak para penumpang berbaris dengan disiplin di garis yang ada. Semoga kedepannya bisa terus disiplin begini ya.

Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus
Anrti menunggu kedatangan MRT Jakarta
Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus
Suasana Stasiun MRT Lebak Bulus

Saat akan keluar dari Stasiun Bundaran HI, kami diminta untuk tap out kartu BNI Tap Cash kami, dan yang mengherankan saldo kami tidak berkurang! Masih tetap di angka yang sama. Kami juga tidak tahu kenapa. Mungkin memang sudah rejeki hehe (seneng dapet gratisan).

Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI
Stasiun MRT Bundaran HI

Sekian kisah kami nyobain naik MRT Jakarta. Dengan adanya MRT Jakarta ini, saya berharap semakin banyak orang yang mau naik transportasi umum sehingga dapat mengurangi kemacetan di Jakarta. Semoga juga para pengguna MRT Jakarta dapat menjaga kebersihan dan bersikap disiplin serta tertib selama penggunaannya. Enggak sabar nunggu rute-rute MRT Jakarta yang lain untuk kedepannya. Good luck Jakarta-ku.



Halo! 

Di postingan Mengunjungi Tempat Wisata di Sumatera Barat dalam Sehari (Part I) sebelumnya kan udah diceritain asiknya kunjungan kami sekeluarga ke Taman Wisata Buatan Bukittinggi, Jam Gadang, dan Janjang  Ampek Puluah, sekarang aku mau lanjutin kisahnya nih, karena masih ada 3 tempat wisata lagi! Tempat wisata apa aja yang kami kunjungi? Simak terus ya!

3. Ngarai Sianok
Terletak di lokasi yang tidak jauh dari Jam Gadang, tempat wisata yang kita kunjungi selanjutnya adalah Ngarai Sianok, yang juga masih merupakan bagian dari kota Bukittinggi. Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam. Masuk ke kawasan wisata ini, mata kita langsung disuguhi keindahan alam ngarai ini. Masyaa Allah, begitu aku terus berucap.

  
Ngarai Sianok Bukittinggi
Maafkan saya yang kurang pro dalam fotografi, tapi aslinya bagus banget asli!
Ngarai Sianok Bukittinggi
My sister

Ngarai Sianok Bukittinggi
Cobain bokeh pake Samsung J7 Pro :p

Ngarai Sianok Bukittinggi
Bukit-bukit di sekitar

Ngarai Sianok Bukittinggi
Babe, mama and me

Lembah yang curam dikelilingi pepohonan hijau nan asri, bikin gak mau ngedip hehe. Di dekat Ngarai juga ada sungai kecil yang mengalir nih guys, suara gemericik airnya khas alam banget, bikin betah dan gak mau buru-buru cabut.


Ngarai Sianok Bukittinggi
Sungai kecil yang suara mengalirnya sangat merdu hehe

Panorama alam yang ditawarkan Ngarai Sianok tidak kalah dengan lokasi lain. Bahkan Ngarai Sianok ini mendapat julukan Grand Canyon dari Indonesia. Wah, bangga ya!

4. Air Terjun Lembah Anai
Tempat wisata Sumatera Barat yang kita kunjungi selanjutnya adalah Air Terjun Lembah Anai, yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Lokasinya cukup jauh dari Bukittinggi, kira-kira 2-3 jam perjalanan. Kita bahkan sempat terjebak macet dalam perjalanan ke sana, terutama di kawasan Padang Panjang. Sampai bete juga, karena udah macet, siang bolong dan berasa kok ini gak sampe-sampe ya.
Sampai di Air Terjun Lembah Anai sekitar pukul 15.00. Setelah memarkirkan mobil tidak jauh dari lokasi Lembah Anai, kita menuju masjid terdekat dulu untuk sholat Dzuhur sekaligus Ashar. Lokasi masjidnya persis diseberang Lembah Anai. Untuk ke masjid, kita berjalan kaki dengan menyusuri rel kereta api yang sudah tidak terpakai lagi. Sementara dari kejauhan air terjun Lembah Anai udah terlihat dan suara deburan air yang jatuh terdengar jelas, bahkan dari jarak sekian meter. Duh, jadi gak sabar ke sana!
Lembah Anai Sumatera Barat
Lembah Anai dari kejauhan


Air terjun Lembah Anai Sumatera Barat
Jalan menuju masjid, kita sholat dulu ya
Selesai sholat, kita langsung nyebrang ke Lembah Anai. Dan lagi-lagi, Lembah Anai penuh dengan wisatawan, jadi kita tidak bisa terlalu menikmatinya hiks. Untuk foto saja harus mengantri gentian dengan pengunjung lain di spot tertentu. Bahkan kalo kelamaan, bisa langsung ditegur untuk segera gentian, walaupun masih dalam bahasa yang santun. Tapi gak papalah ya, yang penting punya kenangan atas kunjungan ke Lembah Anai.

Air terjun Lembah Anai Sumatera Barat
Dari pintu masuk aja udah rame

Air terjun Lembah Anai Sumatera Barat
Setelah antri, akhirnya bisa foto di spot ini
Air terjun Lembah Anai Sumatera Barat
Mencoba foto dari tempat yang agak sepi

 Air dari aliran air terjun Lembah Anai ini sangat bersih dan jernih. Melihatnya saja bikin pengen berenang, tapi tidak memungkinkan karena terlalu banyak orang dan enggak punya banyak waktu. Aku dan adikku sampai punya rencana untuk bisa ke Lembah Anai lagi suatu saat nanti, kalo bisa bawa pasangan halal, biar bisa pose ala Laudy Chintya Bella dan suaminya #eeaaa.

Air terjun Lembah Anai Sumatera Barat
Liat airnya, bawaannya pengen ikutan nyebur juga :p


5. Desa Pariangan atau Nagari Pariangan
Destinasi wisata kami selanjutnya adalah Desa Pariangan atau Nagari Pariangan, masih di Kabupaten Tanah Datar. Memang secara lokasi mungkin tidak jauh dari Air Terjun Lembah Anai tadi, tapi karena lalu lintas yang kurang lancar, selama di perjalanan kami harap-harap cemas, khawatir sampai sana sudah keburu gelap sehingga tidak bisa menikmati keindahan alamnya.
Bagi yang belum tahu, Nagari Pariangan ini pernah masuk sebagai salah satu dari desa terindah di dunia loh! Daftar ini versi majalah Travel Budget—salah satu majalah pariwisata terbitan New York, yang mana desa ini disandingkan dengan desa lain di dunia, seperti Wengen di Swiss, Eze di Prancis, Niagara on The Lake di Kanada dan Cesky Krumlov di Ceko. Waaah, bangga ya!
Desanya sendiri terletak tepat di bawah kaki gunung Marapi. Jadi wilayahnya termasuk dataran tinggi, yang mana kita harus melewati jalan menanjak untuk sampai ke sana. Sepanjang perjalanan dari gerbang bawah menuju Desa Pariangan sangatlah indah. Sawah luas dan hijau terbentang di kanan dan kiri sisi jalan. Masya Allah..
Desa Pariangan atau Nagari Pariangan

 
Bersyukur sampai di sana hari belum gelap, kita langsung menuju salah satu spot di sana. Aku dan adikku segera foto-foto, karena sayangnya waktu sudah mepet dan hari akan mulai gelap. Sementara mama dan babe duduk sembari menikmati kopi susu dan pisang goreng hangat, nikmatnya Alhamdulliah.
Desa Pariangan atau Nagari Pariangan
Menikmati pisang goreng dan kopi susu



Desa Pariangan atau Nagari Pariangan
Kawa daun aka kopi dalam batok kelapa
Sebenarnya masih ada beberapa spot menarik lainnya di desa ini, tapi berhubung kami datangnya telat dan hari mulai gelap, jadilah kami hanya bisa stay di spot ini saja. Menurut yang aku googling, ada banyak rumah Gadang di sini, sayang banget gak bisa liat.
Desa Pariangan atau Nagari Pariangan
Satu-satunya spot foto yang sempat kita kunjungi
Desa Pariangan atau Nagari Pariangan
View from top

Desa Pariangan atau Nagari Pariangan
Saranghaeyo sign

Gak lama kemudian adzan sholat Maghrib berkumandang dan hari sudah gelap. Aku dan keluarga langsung menuju masjid tidak jauh dari sana untuk sholat. Selepas sholat, kami segera siap-siap untuk pulang. Kami singgah dulu ke salah satu rumah makan yang terletak tidak jauh dari Desa Pariangan untuk makan malam.

Mampir di rumah makan pinggir jalan
Dan makan malam tersebut menandai selesainya perjalanan kami mengunjungi tempat wisata di Sumatera Barat dalam sehari ini. Senang dan capek bercampur selama perjalanan. Berharap suatu saat nanti bisa mengunjungi tempat wisat tersebut kembali dengan waktu yang senggang, tidak terbutu-buru dan tidak saat peak season. Berharap juga nantinya bisa mengunjungi tempat wisata Sumatera Barat lainnya yang gak kalah menarik. Aaamiin.


Sekian postinganku kali ini. Semoga bisa jadi referensi bagi yang ingin mengunjungi wisata di Sumatera Barat. Thank you.